Bandung – Iklan satu halaman terpampang lebar di harian Pikiran Rakyat hari ini (21/05). Iklan itu berbentuk sebuah dukungan politik kepada Marzuki Alie. Dia ini memang mencalonkan diri menjadi PD-1 juga. Tapi di iklan itu, ada yang tak biasa. Di iklan itu, seolah-olah Marzuki telah mendapat dukungan sebanyak 300 DPC se-Indonesia. Pasalnya, di iklan itu pula, dimuat juga foto-foto para ketua DPC yang mendukung Marzuki.
Dimuatnya iklan itu, ternyata dianggap sebuah kebohongan publik. “Itu sudah kebohongan publik, karena setelah di cek dan recek, tidak sesuai dengan fakta,” tegas Solon Sihombing, pengurus DPP Partai Demokrat bidang politik. “Tindakan ini menimbulkan aib,” tambahnya lagi.
Iklan pemuatan dukungan yang menampilkan foto-foto itu, katanya lagi, merupakan tindakan manipulasi dan pembohongan publik. “Jangan sampai peserta kongres terpengaruh oleh iklan yang tak sesuai dengan fakta itu,” tegasknya. Solon pun memberi gambaran. “Masak ada foto Pak Subur Budisantoso disitu, ini sudah ngarang-ngarang,” katanya.
Ternyata bukan Sihombing sendiri yang bilang iklan itu menyesatkan. Tengku Hashimi Puteh, Ketua DPC Kabupaten Aceh Jaya, juga merasa iklan tadi sudah klaim sepihak saja. “Ada 12 foto yang gambarnya sama, berarti bukan 300 dukungan, itu sudah tidak benar,” tegasnya. Hashimi juga berkata, dalam foto itu tak sedikit foto 1 pengurus DPC yang dimuat 2 kali. “Itu saja sudah tidak sesuai dengan faktanya,” tukasnya.
Eko dari DPC Pidie, Aceh Jaya, juga berkata serupa. Dia salah satu keyua DPC yang fotonya dipampang di iklan itu. “Tapi mereka tidak pernah konfirmasi memuat foto itu, padahal kami memilih AM,” tandasnya. “Kami sangat tidak berkenan sekali,” tambahnya. Bukan mereka saja. Jari Kurniato, ketua DPC Pati , Jawa Tengah, juga berkata serupa. “Kami ini mendukung AM, jadi foto itu tidak sesuai,” tuturnya. Hadi, dari DPC Jakarta Utara, juga tak beda. “Iklan politik jangan jadi klaim akhir, kami yakin dan mendukung AM jadi Ketua Umum Demokrat,” tukasny